8 responses to “Alexander Yang Agung, Penyatuan Timur dan Barat (Bagian Kedua)”

  1. Ayat-ayat Al-Qur’an Tentang Zulkarnain (Bagian Ketiga)

    […] begitu kita dapat membaca dengan jelas kisah Iskandar Zulkarnain ini dalam Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 83 sampai 98, yang artinya, “Mereka akan bertanya […]

  2. bode

    gmn ya,…. kbaikan & kjahatan seseorng sbetulnya relatif sih, kl seorg balita yg br lahir hdp di lgkungan kejahatan tentunya akn mjdi jahat, tp kl g ada kasih & rasa saling pgertian rs nya nilai kemanusiaan tdk berlaku di kehidupan ini.

    seorg pahlawn dg kbesaran jiwa sharusny bs & dpt mgerti akan sifat dan dasar kmanusiaan itu relatif. namun dia lbh memilih membalas dg mngatsnamakan perintah dari tuhan, menjelekan tuhan dong,… krn yg setau sy tuhan itu maha pgasih, masa sih pny kbencian?

    jd ngapain menciptakan manusia yg mmg sharusnya melakukan kesalahan(/dosa) untuk bs mengtahui kebenaran. ehhh,,…. blm dapat mengetahuinya malah di bantai. sama aja dengan menciptakan bukan untuk di sempurnakan, tapi di musnahkan.

    Lebih hebat Bpk Gusdur kita donk kalo bgtu, dia lebih memiliki kbesaran jiwa dan pngertian akan sifat dasar &/ Kodrat manusia.
    trims.

  3. karin

    The Great Alexander itu seorang muslim??

  4. yoxx

    Kita dapat membaca dengan jelas kisah Iskandar Zulkarnain ini dalam Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 83 sampai 98… jelas dia adalah penganut agama tauhid

  5. AndikaHe

    @ Bode,
    Ini semua mengenai Akal dan Hati,
    pada pernyataan anda mengenai “kebaikan & kejahatan sifatnya relatif”, itu sepertinya tak berdasar, kl semisal berdasar, itu kurang kuat.
    Tolong coba anda paparkan dengan jelas dan didukung dengan sumber yang dapat dipercaya kebenarannya.
    karena, menurut pamahaman saya, kebaikan dan kejahatan merupakan hal yang sangat berbeda dan parameternya jelas, HALAL dan HARAM (bab ini ada dalam syari’at ISLAM).

    Mengenai manusia baik dan jahat, sebetulnya Tuhan telah menrangkan bahwa Dia tidak akan mencatat (menghisab) perbuatan manusia ketika:
    1. Manusia belum baligh (parameter baligh dapat ditanya kepada ustad/org yang tau, atau simple-nya, nanya aja ma om google),
    2. Manusia sedang tidur,
    3. Manusia yang sedang hilang akalnya (gila).
    dari keterangan tersebut, jelaslah manusia baik dan jahat merupakan pilihan dari manusia tersebut. Manusia berbeda dengan makhluk Tuhan yang lainnya, yg membedakan terletak pada “AKAL”. Akal inilah yang digunakan untuk mencari kebenaran yang hakiki. Terkadang hak asasi manusia disalah gunakan untuk dapat melakukan perbuatan yang sebebas2nya asalkan orng tsb melakukannya dengan sadar dan baik menurut dia (golongan). Padahal, Hak Asasi Manusia merupakan hadiah yang diberikan Tuhan ketika manusia tersebut telah melakukan kewajibannya sebagai manusia. (masa sih… kita menuntut hak yang kewajiban aja kita belum lakukan???)
    Kewajiban? apa kewajibannya?
    Akal dan Hati kembali berkolaborasi untuk mencari jawab apa “kewajiban manusia”???

    Ada 3 pertanyaan mendasar yang perlu dicari manusia,
    1. Dari mana kita hidup / ada di dunia?
    2. Untuk apa kita hidup di dunia?
    3. Ke mana setelah kita tidak hidup (mati)?

    Tiga pertanyaan dasar tsb yang akan menjadikan manusia berperilaku nanti.
    Baik atau Jahat itu pilihan, bukan kehendak Tuhan.

    maaf kl da kata yang salah…(Hanya ALLAH Yang Maha Tahu).

  6. AndikaHe

    koreksi:

    3 baris terakhir komen saya:

    “Tiga pertanyaan dasar tsb yang akan menjadikan manusia berperilaku nanti.”

    menjadi

    “Jawaban atas tiga pertanyaan dasar tsb yang akan menjadikan manusia berperilaku nanti.”

    terimakasih…
    hehee…

  7. Muslim

    Sepertinya yang punya blok pun dibuat bingung sendiri. Saya percaya bahwa Iskandar Zulkarnain bukanlah Alexander the Great. Beda zaman hampir 2000 tahun. Yang satu zaman nabi Ibrahim, satunya menjelang kelahiran Nabi ‘Isya. Satunya islam, yang satu kafir perngikut Aristoteles.
    Tapi cerita kerajaan persia dan romawi, bentang kekuasaan sampai india itu cerita Iskandar atau Alexander. Yang jelas gambar mozaik itu adalah gambar Alexander.

    Jadi cerita anda juga saya bilang rance dan ngawur.
    Sayang sekali, padahal saya pengen dengar cerita tentang Iskandar yang sebenarnya.

  8. padli

    mungkin saya ketinggalan ya, perkiraan saya 200 tahun SM belum ada kemampuan manusia menggambar suatu objek (seseorang)secara mendetil, apalagi 2000 tahun SM ” lah trus itu gambar siapa? siapa yang bikin? kapan di bikin nya? saya rasa kalau si yang dimaksud dalam gambar masih hidup dan ngeliat tuh gambar sebagai dia bisa jadi dia nya g nerima ( boleh jadi terlalu jelek- he he he ),tapi kalau bicara tentang sejarah zulkarnain di AlQur’anulkarim AKU dan keturunanku yakin itu “Benar”, jangan kan yang sudah terjadi, yang belum terjadi aja dapat kita ketahui dari alquran, skarang gini aja, tanya sama yg bikin cerita alexander dari mana dia dapat kisah sebagus itu, kalaulah memang cerita itu di ambil dari Alqur’an dan di cocok kan dengan bukti fakta yang ada di muka bumi ini, bagi saya ga apa-apa, tapi tolong jangan di ple-setan-setan kan,jangan di lencengkan dari kisah sebenarnya dmi kepentingan tertentu,
    jujur pasti lebih bagus…

Leave a Reply