67 responses to “Cara Abu Nawas Merayu Tuhan”

  1. fahmy almakkawy

    yayaaa ini kan masih cerita/dongeng tapi apa mungkin MANUSIA MENIPU TUHAN???????????,KITA TIDAK USAH TERPANCING dengan DONGENG seperti ini tapi gunakan kebenaran otak kita ,siapa Tuhan siapa kita ,,,,toh walaupun banyak hikmah yg kita ambil mari gunakan aql, agar kita tidak menjadi sapi yang pandai berbicara ,,,hehehehee OK

  2. Kongjaya

    pemikiran sufi memang sulit kita pahami…… untuk memahaminya jadilah pengikut sufi..

  3. nugraha

    manusia cuma bisa mendongeng, tapi Tuhan tidak mungkin mengingkari ampunan kepada hambaNya

  4. almabruri

    tenang aja,,,emang kenyataannya apa yang disampaikan do’a diatas emang benar kan, ” Wahai Tuhanku, aku tidak pantas menjadi penghuni surga, tapi aku tidak kuat menahan panasnya api neraka. Sebab itulah terimalah tobatku dan ampunilah segala dosa-dosaku, sesungguhnya Kau lah Dzat yang mengampuni dosa-dosa besar” dan coba dipahami dengan hati, jangan dengan otak saja,,,dan jangan terlalu kontekstual memahami sebuah perkataan,,,

  5. surahmat sholeh

    Betul…..betul..betul

  6. Awwab

    Begitulah manusia .Tuhan saja diperintah,meskipu diperhalus kata katanya dgn istilah doa,tapi sebenarnya memerintah Tuhan…

  7. ampiun

    Manusia bisa sja brkata bgtu, sa’at kita baca ini kita sadar, tpi selangkah ja kita beranjak dari tmpt duduk sda brubah.

  8. mahdis

    sungguh kisah yang unik dan menakjubkan sungguh Allah maha mengampuni setiap dosa kita amin

  9. topan

    ini memang benar kawan ada di al-quran…
    abu nawas itu trmsuk golongan manusia yg diberi kelebihan oleh allah..so ini mmg bnr…allahuakbar..

  10. Elsatria Music

    Kisah abunawas emang luar biasa

  11. Zaen

    Bang Fahmy Almakkawy maap ni ane nyebut langsung name ente…to the point aja ye…: besok-besok kalo mau comment kisahnya abu nawas belajar dulu mantek balaghah nye ye biar enak commentnya jgn asal dan sok iye…

    yo mari….

  12. agun

    bener sangat aku suka

  13. Fahmi Adam

    Allah tidak dapat di rayu dan “ketetapan Allah ialah tetap adanya”,do’a yang di sampaikan Abu Nawas memang indah akan tetapi kita melupakan begitu banyak Do’a Rasulullah yang keutamaannya yang telah jelas

  14. aeolea

    mantaph..

  15. Maman al Faris

    Kbnaran hanya milik Allah SWT.Memang trkadang manusia brtindak hnya menggunakn otak/akal,tanpa menggunakan perasaan/HATI.’Dlm tubuh ad sgumpal DAGING.jk baik,maka baiklah slruhny.jk buruk,maka buruklh sluruh tubuh itu.Ketahuilah ia adalh HATI.

  16. toni

    sae-sae…

  17. adoel

    Jangan bicara ttg Tuhan n menyoal Makhluk, mari bicara, n mencari tw tentang qt sendiri….

  18. baejuli

    Doa itu diucapkan memang harus dengan cara sopan dan santun… dalam hal ini saya pribadi terkesan dengan akalnya “ABU NAWAS” sukron…

  19. ahmad rojali

    Doa Abunawas yang satu ini memang sangat terkenal dan ane sering membacanya waktu kecil saat mengikuti pengajian dakom di rumah Alm. Ust.Ibrahim tanpa lampu penerang listrik, tapi pakai obor. Subhanallah, doa ini sangat menyentuh kalbu bagi orang-orang yang beriman.

  20. Mirwansyah miu

    Alhmdulillah dri berbagai coment d atas sy bljr bnyk tntg cra memaknai sswt,dgn mata,dgn otak/ilmu/akal,n hati, sy jd trgat slah 1 surat yg d sampaikan yaitu iqro’:Baca olehmu.,,wt men temen,Ahaqqum minallah fala taqum minal mun tariin ..,

  21. Wahyudin Nur

    Itulah cara manusia untuk merayu Tuhan….
    Untuk mendapatkan cinta orang yang kita cintai aja kita perlu merayu….
    Apakah kita pantas untuk masuk kerumah orang lain tapi sang pemilik rumah tidak mengijinkan kita untuk masuk…????
    Apakah kita ini pantas untuk masuk surga, tetapi pemilik surga tidak mengijinkan kita untuk masuk ke surga-Nya…????
    Itulah mengapa dalam doa tersebut ada kata-kata “Aku tak pantas menjadi penghuni surga”

    Apakah kita juga sanggup untuk menerima siksaan yang sangat pedih di neraka…????
    Siapa yang sanggup…????
    Itulah mengapa dalam doa tersebut ada juga kata-kata “Tapi aku tak kuat menahan panasnya api neraka”

    Supaya Allah mengijinkan kita memasuki surga-Nya dan tidak memasuki neraka-Nya, maka kita memohon dengan cara merayu dengan kata-kata “Sebab itulah terimalah tobatku dan ampunilah segala dosa-dosaku, sesungguhnya Kau lah Dzat yang mengampuni dosa-dosa besar)”

    Menurut para Ulama, Amalan / syair ini sangat bagus dibaca 3 kali pada Hari Jum’at setelah Sholat Jum’at….

  22. muslim el-gontori

    bung fahmi….
    nama ente keren al-makkawy….
    tapi yang begituan aja ente ga’ bisa pahami…
    kalo di tela’ah and di cermati, kalo kita baca doa itu dengan ikhlas, maka Allah pun Diwajibkan untuk mengampuni kita……
    “da sebagian doa itu dipotong. pada akhir dari doa itu adalah bagian terpenting….”
    artinya begini….
    “ya Tuhanku…Hambamu yang penuh maksiat ini telah bersimpuh dihadapanmu…”
    “mengakui berlumuran dengan dosa dan telah memohon ampunan kepadamu….”
    “Jika engkau Mengampuni ya Allah, memang hanya Engkaulah yang bisa mengampuni”
    “akan tetapi jika engkau menolak…..KEPADA SIAPAKAH LAGI AKU HARUS MEMOHON”

    kata-kata itulah yang ga’ bisa di elakin oleh Allah SWT untuk mengampuni orang yang membaca doa itu dengan ikhlas dan taubatan Nasuha…

    Moga-Moga kita semua mendapat pengampunan Allah di Dunia dan di Akherat…
    AMIIIIIN….

  23. alazhar

    @ fahmi almakkawy….
    bego banget sih lo…

  24. cayoo

    memohon doa sama halnya kita melihat pengemis!jikala orang pengemis itu meminta sedekah dengan membentak,raut wajah yg tidak enk dilihat,tangan yg seakan meminta bukan memohon belas kasih dan meneggapkan dadanya seakan-akan dia lebih mampu apakah pengemis itu akan kota beri sedekah?jawabanya tidak mengapa demikian karna pengemis itu sombong dan tidak mau merendahkan dirinya,sama halnya kita berdoa memohon kepada allah swt apa bila kita tidak merendakan diri,tidak memohon dengan sungguh”,tangan yg seakan tidak meminta pertolongan darinya(waktu doa tangan dibuat garuk2 kaki atau pun kepala dan sebagainya),dan tidak memuji allah swt atau malah curiga apakah allah itu ada atau tidak dan tidak adanya kepercayaan kepada ALLAH SWT.apakah ALLAH SWT menerimahnya? jawabannya hanya ALLAH SWT lah yg tau dan anda bisa membayangkan sendiri.alangkah baiknya apa bila kita memohon kepada ALLAH dengan penuh sungguh”,dengan penuh kerendahan diri kita karna karna tak ada yg lebih sempurna dari ALLAH SWT,meminta dengan tanggan layaknya pengemis yg memohon belas kasihan dan yang paling utama adalah percayalah bahwa ALLAH itu ada dan muhamad sebagai rosul kita.apa bila ada salah dalam penulisanku aku selaku manusia yg penuh kekurangan memohon maaf yang sebesar”nya.

  25. Islam

    Orang akan berfikir, bahwa ia telah menggunakan akalnya dgn baik..
    Namun, dr cerita ini dapat dipetik sebuah hikmah, bahwa akal saja tidak akan pernah cukup dlm menerima segala kebesaran da kekuasaan Allah SWT..
    Subhanallah.. Jazakumullah Khairan Katsiran..

    t`kasih atas cerita yg menarik ini ;)

  26. edi

    kisahnya memang bagus dan mencerminkan abu nawas memiliki imaginasi tinggi.. tp satu hal yang saya tidak setuju yaitu judul kisahnya kurang sesuai sama isi kisahnya..

  27. schecter

    jdi pengen nangis klo baca doa ini……

  28. azis

    manusia tidak bisa membohongi Allah SWT, sebenarnya dia itu telah membohongi diri sendiri….

  29. lembayung senja

    memang kita manusia, ndak pernah luput dari ” dosa”. jadi ndak ada salahnya kita mengamalkan do’a tersebut! itu juga bagi yang merasa cocok loo….

  30. lembayung senja

    manusia memang tak pernah luput dari “dosa”. jadi ndak ada salahnya mengamalkan do’a tersebut! itupun bagi yang merasa cocok lo….

  31. muh

    ALLAH tidak akan tertipu oleh kita, tapi kitalah yang tertipu oleh dunia yang di ciptakan ALLAH dan kita sering tertipu oleh diri kita sendiri…………………..

  32. fitri

    Sebenarnya manusia sering menipu diri sendiri dan menutupi kebenaran yang datang dari ALLAH dengan menipu diri sendiri…………………………………..

  33. gun amarta

    Inna aulia Allah la khawfun alaihim walahum yahzanun. Akankah Abu Nawas salah satunya ? Walllahua’lam….

  34. Ma'ruf Kholil

    Udah agak terlambat commentnya tp gak pa2 deh. Sebaiknya org2 spt Fahmy Al .. whatever nama palsunya gak usah masuk situs2 sufi kyk gini. Cara org2 kyknya persis spt kaum Salafy Wahabi yg cuma belajar agama pakai otak doang. Ngaji dulu yg bener lah, biar ngerti nahwu, shorof, balaghoh, mantiq, dan jangan anti kitab ulama, biar dapat hidayah dari Allah. Wong ente aja belajar agama pake buku terjemahan dari tokoh2 Wahabi pula, mau dapat apa ? Itu tong kosong nyaring bunyinya judulnya, hehehe…

  35. Jamal

    Sesungguhnya do’a kita jika mengagungkan Allah, semua nya baik.
    Yang tidak baik saling menyalahkan…..satu sama lain, karena hidup adalah keutamaan dari Allah SWT.

  36. Three

    AWW, syukron, telat ngasih coment,
    udah jangan pada ribut berantem, bukankan sesama muslim itu bersaudara? barang siapa mencela saudaranya berarti mencela diri sendiri?
    Ingat bahwa ini adalah sebuah Doa dari orang yg beriman, boleh kita tiru. bukankah tidak ada larangannya? “Dan berdoalah kalian dengan lemah-lembut?” tetapi kita juga tidak boleh meninggalkan do’a yg diajarkan Rasul karena Rasul adalah contoh/tauladan untuk kita selain tauladan-tauladan lainnya yg telah diberikan akal untuk tetap dijalan-Nya. dah..pada akur lagi semuanya, sesama muslim adalah saudara. INGAT itu ! musuh-musuh Islam senang kita pada bertengkar. INGAT itu ! dengan begitu kita mudah di patahkan, tak ubah sebuah sapu lidi yg diceraiberaikan & dengan mudah dipatahkan ! INGAT itu !

  37. Hamba Allah

    @ Fahmi Al-Makkawy :
    Terlalu banyak di dunia ini yang tidak bisa dijangkau oleh panca indera manusia. Penglihatan manusia misalnya, tidak akan berfungsi dengan baik di tempat yang sangat gelap, demikian juga jika terlalu terang. Penglihatan manusia juga dibatasi oleh jarak pandang tertentu. Apa yang kita banggakan? Belum masalah telinga, otak dan lainnya. Semuanya mempunyai keterbatasan, indera manusia tidak bisa menjangkau semua yang ada di alam. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman empiris manusia tidaklah memberikan jaminan kepastian dan kebenaran, melainkan sesuatu yang masih nisbi dan relatif, sehingga amat tak pantas kalau kemudian terlalu mengagungkan seluruh hasil pengalaman empiris kita.
    Jadi, otakmu saja tidak bisa menerima dengan akal sehat permasalahan di atas, gimana dengan hatimu bisa berfungsi dengan normal dan optimal?

    *Mbek teriak mbek, mbeeeeeeeeekkk…

  38. Hamba Allah

    @ Awwab :
    COPAS dari komenmu : Begitulah manusia .Tuhan saja diperintah,meskipu diperhalus kata katanya dgn istilah doa,tapi sebenarnya memerintah Tuhan…

    JAWAB :
    Doa adalah memohon rahmat dan ampunan dari Allah. Rahmat itu bisa berupa rejeki halalan thayyiban, umur barokah, ilmu manfaat, hidup tenteram, dan lain sebagainya. Apabila rahmat dari-Nya kita peroleh dan ampunan dari-Nya juga kita dapatkan, tiada tempat yang layak bagi kita kelak selain SURGA.

    Memang dalam doa diutamakan berbahasa Arab karena : 1. AlQur-an diturunkan di negara Arab, 2. Nabi SAW dilahirkan dari bangsa Arab dan 3. Bahasa yang digunakan di Surga kelak adalah bahasa Arab.

    Nah, doa yang kita panjatkan pada Rabb dalam bahasa Arab adalah bentuk fi’il amar (kalimat perintah). Cuman, dalam ilmu SHARRAF dibagi lagi. Fi’il amar yang ditujukan pada Tuhan itu termasuk “li al-thalaabi” yaitu permohonan dari yang rendah (makhluq) kepada Yang Maha Tinggi.

    Begitu, ku rasa anda perlu belajar banyak deh sebelum protes.

  39. aisyah

    assalam..izin copy ya…syukron^_^

  40. hamba allah

    mantaf mode on

  41. dsdensyah4

    nih pada……yang di komentari kisah abu nawas na atau do’a na seh……weleh…weleh…weleh

  42. Irul

    Bahwasanya abu nawas pengarang syair tersbut adl wali Allah
    brang cpa tidk stuju dgn syair doa tersbut mk sm dgn tidk membenci Wali Allah
    brng cpa membenci Wali Allah meningl y nanti tak akn pernah ber-IMAN
    kecuali bertaubat sblum y

  43. nurdin

    semestinya setiap comment itu adalah hak.tertulis yang sebelumnya dipikirkan.bukan disuatu forum yang bisa jadi perdebatan pendapat.alangkah baiknya untuk teman-teman yang telah dianugrahi ilmu lebih dalam hal ini, sudilah kiranya meluruskan pendapat yang menurut anda kurang atau bahkan ‘salah’ dengan rangkaian kata-kata yang manis, bersahabat dan pola pikir positif yang tetap berpegang pada Al Qur’an dan Al Hadist.bisa,kan?

  44. devry

    walah.walah.walah,,,,,,,, kok bisa abu nawas menipu tuhan……..
    iya.iya.iya,,,,,,, abu nawas menipu tuhan dg cara merayuNYA dg puji-pujian_ kita jg bisa jadi abu nawas_
    gokil,,,,,,,,, hidup abu nawas _ tetap semangat……………

  45. Haka

    Ternyata benar hikamh yg terdapat dari cerita diatas, manusia memang ada tingkatan dalam memandang, memahami, mempercayai pada akhir meyakini suatu kebenaran berdasar pada kemampuan/ ilmu yg ada padanya. Bahkan Comment 2x di atas adalah sedikit gambarannya. Bahasa orang 2x Sufi adalah bahasa yg penuh makna yg tersirat didalamnya, buah dari pengalaman mereka dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

  46. Miftakhul rozaq

    Bayak sekali pelajaran-pelajaran yg bisa qta ambil dari kisah-kisah abu nawas..

  47. Muchlis panitia akherat

    Hmm..abu nawas..menipu Tuhan dgn doa karena ini selalu bercinta denganNya,..yg koment sungguh indah2,ada yg menentang,ada yg mendukung,ada yg menjd penengah.. Sunggu Alloh Maha Bercanda,hingga trkdang membuat kt menangis,berselish dll.krn kt msh dlm taraf mengenal Nya..

    Za ada rahasia dibalik rahasia..

  48. Mizna abdullah

    Assalaamu ‘alaiku.
    fahmi al-makkawi,dlm mmhami ssuatu prkataan itu hrus dtelaah dgn ilmu n ambil hikmahnya….smg kt mndpt ampunan Allah ats dosa yg tlh kt prbuat ktk kt mmohon kpd-Nya dgn bhs yg sngt mrndh,amien

  49. tarnyz bodronoyo

    banyaklah belajar dari abu nawas atas kesAlehannya betapapun berat ujian yang diberikan Tuhan kepada dia, abu nawas tetap tabah dan selalu brusaha untuk menghadapinya. Dia selalu memanfaatkan potensi yg diberikan Tuhan yg ada dlm dirinya dgan mksimal yaitu akal. Abu Nawas cinta pada Tuhan dan Tuhan membalas cintanya.
    Menipu karna cinta adalah sebuah rayuan, Dan Tuhan sngat suka dengan rayuan yg syahdu karna rayuan adalah wujud cinta kita pd Tuhan. Dan Rayuan yang syahdu itu hanya dimiliki oleh oleh orang yg benar2 ma’rifat kepada-Nya.

Leave a Reply