7 responses to “Kisah Habib Noh, Wali Sakti dari Singapura”

  1. Kateno Sunu Pamungkas

    Subhanallah

  2. hasni sofyan

    Singapore yang non muslim masih menghormati situs cagar budaya muslim, anehnya di Indonesia, malah orang2 islam sendiri yang ingin menhancurkan situs cagar budaya mereka yang merupakan sejarah islam di Indonesia, dengan mengatakan siriq, bid’ah, dlsb….kira2,siapa ya yang sinting?

  3. saefudin

    memang orng islam ini sll disibukan mslh beda prinsip sj pdhl kan sdh jls klo m uhamad adalah nabi tuntunan&alquran sbg ktb suci..skrg banyak kiai yg mendoktrin jamaahnya agar yg diajarkanya adalah yg bnr dan yg lain adalah bid ah.smg muslim skrg pkrnya lbh maju&bs mentelaah apa yg ada diglobalisasi ini.smg alloh melindungi kaum muslim dr perpecahan.amiin

  4. NinaBarakbah

    bid’ah bid’ah maulud dibilang bid’ah anaknya di ulang tahunin bida’ah juga gak dasar geblek mereka bisa Islam dari mana? siapa yang mengusir penjajah kafir kalau bukan para wali wali Allah ? Islam mereka dulu dari mana?

  5. Pinang Babaris

    Informasinya sangat bermanfaat…semoga kita dapat mengambil contoh tingkah laku dan perbuatan wali Allah tersebut.

  6. syed azli ramadhan al-jufri

    alhamdulillah

  7. :: Pondok Pesantren Al-Mubtadi-in :: - Kisah Habib Noh, Wali Sakti dari Singapura

    [...] dengannya. Ayah si anak yang begitu bahagia, memberikan sejumlah uang sebagai tanda terima kasih. Habib Noh menerima hadiah itu, tapi kemudian menyerahkan kembali kepada orang yang [...]

Leave a Reply