Baginya, Al-Qur’an dan Sunah merupakan dasar ajaran tarekat yang sesungguhnya. Tasawuf tidak boleh mengingkari Syariat, sebaliknya justru memperkuatnya. Karena itu setinggi apapun maqam seorang sufi, dia tak akan melebihi tingkat spritualitas Nabi atau Rasul.

Back

1. Nasabnya sampai Umar Ibnu Khattab

Namanya mungkin kurang dikenal di Indonesia. Tapi kitab karyanya Fadhailul A’mal, menjadi salah satu bacaan favorit kaum muslimin di Indonesia, bahkan kabarnya telah dicetak ulang sebanyak 70 kali. Buku tersebut berisi doa dan amalan harian, pengarangnya adalah Ahmad Sirhindi, seorang sufi besar dan ulama yang produktif menulis kitab. Kisah hidupnya yang bertabur hikmah menjadi teladan bagi sufi sesudahnya.

Nama lengkapnya Syekh Ahmad al-Faruqi Al-Hanafi Al-Sirhindi. Lahir di Sirhindi, Punjab, India pada 1564, dalam keluarga yang sangat taat beragama, dan wafat karena sakit pada 10 Desember 1624.

Nasabnya berhubung sampai ke Umar Ibnu Khattab, sehingga ia memperoleh gelar Al-Faruqi. Sedangkan nama Hanafi yang dinisbatkan kepada namanya, karena ia dikenal sebagai seorang yang jago dalam mazhab Hanafi.

Back

7 COMMENTS

  1. Sayang sekali nampaknya Sirhindi belum mencapai keadaan akhir dimana hanya Wujud Tuhan yang ada, dmn muslim menyebutnya Allah SWT. kalau dia telah sampai pada maqam tsb , ia Sirhindi tdk akan menyalahkan Ibnu Arabi.

  2. Menurut pemahaman sy, penulis kurang memahami ajaran Ibn Arabi dan pandangan falsafi Ahmad Sirhindi. Bagi sy tdk ada pertentangan ataupun kritik atas keduanya, bahkan pandangan Ahmad Sirhindi semakin menguatkan apa yg diajarkan Imam Ibnu Arabi.

  3. Syaikh ahmad sirhindi berpendapat seperti itu karena faham tersebut lebih bisa diterima dan difahami oleh kebanyakan umat islam dengan tingkat kecerdasan spiritual nya yang terbatas,tidak seperti para syaikh sufi,sehingga banyak umat islam yang menerima dan mengamalkan tarekattulloh,betapa sangat arif nya beliau.

  4. Alquran adalah satu-satunya kitab suci yang masih murni berasal dari Allah. Kebenarannya bersifat mutlak. Jadi segala pemikiran manusia baik yang bersifat rasional atau spiritual yang bertentangan atau tidak seiring dengannya pastilah salah dan wajib ditolak. Ibnu Arobi bukan apa2 dibanding para nabi dan rosul didalam ketakwaannya. Ajaran wahdatul wujud justru bertentangan dengan aqidah yang digariskan dalam Alquran yang secara jelas membedakan antara Sang Kholiq dengan makhluq-Nya. Tauhid murni inilah yang menjadi aqidah para nabi dan rosul.

LEAVE A REPLY