<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SUFI Zona &#187; Kisah Abu Nawas</title>
	<atom:link href="http://www.sufiz.com/category/kisah-abu-nawas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sufiz.com</link>
	<description>Kisah Mereka Yang Mempersembahkan Hampir Seluruh Hidup dan Kehidupannya Hanya Untuk Allah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jul 2010 16:10:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Abu Nawas dan Harimau Berjenggot</title>
		<link>http://www.sufiz.com/kisah-abu-nawas/abu-nawas-dan-harimau-berjenggot.html</link>
		<comments>http://www.sufiz.com/kisah-abu-nawas/abu-nawas-dan-harimau-berjenggot.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 00:02:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Abu Nawas]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Nawas]]></category>
		<category><![CDATA[Khalifah Harun Al-Rasyid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sufiz.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[“Hai Abu Nawas,” seru Khalifah Harun Al-Rasyid. “Sekarang juga kamu harus dapat mempersembahkan kepadaku seekor harimau berjenggot, jika gagal, aku bunuh kau.” 
Kata-kata itu merupakan perintah Sultan yang diucapkan dengan penuh tegas dan kegeraman. Dari bentuk mulutnya ketika mengucapkan kalimat itu jelas betapa Sultan menaruh dendam kesumat kepada Abu Nawas yang telah berkali-kali mempermainkan dirinya [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.sufiz.com/kisah-abu-nawas/abu-nawas-dan-harimau-berjenggot.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Abu Nawas, Hamil dan Hendak Melahirkan</title>
		<link>http://www.sufiz.com/kisah-abu-nawas/abu-nawas-hamil-dan-hendak-melahirkan.html</link>
		<comments>http://www.sufiz.com/kisah-abu-nawas/abu-nawas-hamil-dan-hendak-melahirkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 03:48:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Abu Nawas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sufiz.com/kisah-abu-nawas/abu-nawas-hamil-dan-hendak-melahirkan.html</guid>
		<description><![CDATA[Sultan Harun Al-Rasyid masygul berat, konon, penyebabnya  sudah tujuh bulan Abu Nawas tidak menghadap ke Istana. Akibatnya, suasana Balairung jadi lengang, sunyi senyap. Sejak dilarang datang ke Istana, Abu Nawas memang benar-benar tidak pernah muncul di Istana.
&#8220;Mungkin Abu Nawas marah kepadaku,&#8221; pikir Sultan, maka diutuslah seorang punggawa ke rumah Abu Nawas.
&#8220;Tolong sampaikan kepada Sultan, [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.sufiz.com/kisah-abu-nawas/abu-nawas-hamil-dan-hendak-melahirkan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Abu Nawas dan Pengemis yang Kedinginan dalam Kolam</title>
		<link>http://www.sufiz.com/kisah-abu-nawas/abu-nawas-dan-pengemis-yang-kedinginan-dalam-kolam.html</link>
		<comments>http://www.sufiz.com/kisah-abu-nawas/abu-nawas-dan-pengemis-yang-kedinginan-dalam-kolam.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 18:35:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Abu Nawas]]></category>
		<category><![CDATA[Harus Al Rasyid]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Abunwas]]></category>
		<category><![CDATA[Pengemis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sufiz.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang saudagar di Bagdad yang mempunyai sebuah kolam yang airnya terkenal sangat dingin. Konon tidak seorangpun yang tahan berendam didalamnya berlama-lama, apalagi hingga separuh malam.
“Siapa yang berani berendam semalam di kolamku, aku beri hadiah sepuluh ringgit,” kata saudagar itu. Ajakan tersebut mengundang banyak orang untuk mencobanya. Namun tidak ada yang tahan semalam, paling lama [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.sufiz.com/kisah-abu-nawas/abu-nawas-dan-pengemis-yang-kedinginan-dalam-kolam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Abu Nawas dan Menteri yang Zalim (Bagian Kedua &#8211; Habis)</title>
		<link>http://www.sufiz.com/kisah-abu-nawas/abu-nawas-dan-menteri-yang-zalim-bagian-kedua-habis.html</link>
		<comments>http://www.sufiz.com/kisah-abu-nawas/abu-nawas-dan-menteri-yang-zalim-bagian-kedua-habis.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 07:31:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Abu Nawas]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Nawas]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Abu NAwas Lucu]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Zalim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sufiz.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[
“Sudahkah kamu menerima pembayaran harga lembumu?” tanya Abu Nawas kepada anak muda pada malam harinya.
“Hamba diperdaya menteri itu,” jawab si pemuda dengan wajah nelangsa. “Lembu hilang, uang melayang.”
“Coba ceritakan kata Abu Nawas. “Aku kira jual beli berjalan lancar sehingga aku cepat-cepat pergi karena ada urusan lain.”
Maka diceritakanlah kejadian itu dengan nada mendongkol. “Sialan menteri itu,” [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.sufiz.com/kisah-abu-nawas/abu-nawas-dan-menteri-yang-zalim-bagian-kedua-habis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Abu Nawas dan Menteri yang Zalim (Bagian Pertama)</title>
		<link>http://www.sufiz.com/kisah-abu-nawas/abu-nawas-dan-menteri-yang-zalim-bagian-pertama.html</link>
		<comments>http://www.sufiz.com/kisah-abu-nawas/abu-nawas-dan-menteri-yang-zalim-bagian-pertama.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 07:39:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Abu Nawas]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Nawas]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri Baghdad]]></category>
		<category><![CDATA[seekor lembu gemuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sufiz.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[
Di Negeri Baghdad dahulu kala ada seorang menteri yang dikenal sangat jahat perangainya, sehingga ditakuti warganya. Ia tidak bisa melihat perempuan cantik, terutama istri orang, pasti diambilnya. Apabila membeli suatu barang, ia tidak pernah mau membayar. Ihwal itu lama kelamaan sampai juga ke telinga Abu Nawas sehingga membuat hatinya panas. Maka Abu Nawas pun pasang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.sufiz.com/kisah-abu-nawas/abu-nawas-dan-menteri-yang-zalim-bagian-pertama.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
